Home Kabar Daerah Kontraktor Lokal Protes, Gedung MUI Sukabumi Disegel Akibat Tunggakan Pembayaran

Kontraktor Lokal Protes, Gedung MUI Sukabumi Disegel Akibat Tunggakan Pembayaran

121
0
SHARE
Kontraktor Lokal Protes, Gedung MUI Sukabumi Disegel Akibat Tunggakan Pembayaran

SUKABUMI - Sengketa pembayaran proyek kembali mencuat di Sukabumi. Seorang kontraktor lokal mengambil langkah tegas dengan menyegel Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Sabtu (11/04/2026), sebagai bentuk protes atas tunggakan pembayaran pekerjaan paving blok yang belum diselesaikan.

Aksi tersebut dilakukan setelah berbagai upaya penagihan yang dilakukan kontraktor tidak kunjung mendapatkan kejelasan. Ia menilai terjadi saling lempar tanggung jawab antara pihak kontraktor utama dan pihak MUI, yang membuat haknya sebagai pelaksana pekerjaan terabaikan.

“Setiap kali saya menagih, selalu diarahkan ke pihak lain. Tidak ada kepastian siapa yang bertanggung jawab. Dari kontraktor ke MUI, lalu kembali lagi ke kontraktor,” ungkapnya.

Kontraktor tersebut menegaskan bahwa pekerjaan paving blok yang menjadi tanggung jawabnya telah rampung sepenuhnya. Namun, hingga kini pembayaran yang diterima baru sekitar 30 persen, sementara sisa tunggakan diperkirakan mencapai Rp165 juta.

Di sisi lain, ia juga mengaku baru mengetahui adanya pergantian pelaksana proyek pada hari yang sama. Proyek pembangunan Gedung MUI disebut telah diambil alih dari kontraktor sebelumnya, PT Sayaka Berkah Utama, oleh pihak lain yang ditunjuk langsung. Namun, identitas kontraktor pengganti tersebut belum diketahui secara pasti.

Ironisnya, menurut dia, pekerjaan lain di lokasi proyek tetap berjalan tanpa hambatan. Sejumlah pekerjaan seperti pemasangan plafon, instalasi listrik, aluminium, hingga pengecatan terus dilakukan, sementara kewajiban pembayaran terhadap pekerjaannya justru belum dipenuhi.

“Pekerjaan lain tetap berjalan, tapi pekerjaan saya yang sudah selesai malah belum dibayar. Ini yang saya pertanyakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk tekanan, kontraktor memastikan penyegelan gedung akan tetap berlangsung hingga ada kepastian pembayaran. Ia mendesak seluruh pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut secara bertanggung jawab.

“Saya hanya menuntut hak saya. Selama belum ada pelunasan, aktivitas di gedung ini akan tetap dihentikan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak MUI maupun kontraktor terkait mengenai polemik pembayaran tersebut.

Reporter: Asep Lodaya