Home Kabar Daerah Volume Jalan Berkurang 150 Meter, Proyek Rabat Beton Dana SILPA di Bantargadung Disorot Warga

Volume Jalan Berkurang 150 Meter, Proyek Rabat Beton Dana SILPA di Bantargadung Disorot Warga

70
0
SHARE
Volume Jalan Berkurang 150 Meter, Proyek Rabat Beton Dana SILPA di Bantargadung Disorot Warga

Targetperistiwa.my.id // Sukabumi – Pembangunan jalan rabat beton yang dibiayai melalui anggaran ketahanan pangan dari dana SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, volume pekerjaan yang tercantum dalam dokumen perencanaan disebut tidak sesuai dengan realisasi di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek tersebut tercatat pembangunan jalan sepanjang 500 meter dengan lebar 2 meter. Namun, hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan disebut hanya mencapai sekitar 350 meter, sehingga terdapat selisih kurang lebih 150 meter dari volume yang direncanakan.

Kondisi itu sempat memicu pertanyaan warga dan menjadi bahan pembahasan dalam musyawarah antara masyarakat dan pemerintah desa.

Salah seorang warga Desa Bantargadung yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa warga sempat mempertanyakan kepastian penyelesaian kekurangan volume pekerjaan tersebut.

“Dalam RAB memang tertulis 500 meter. Warga sempat mempertanyakan apakah pemerintah desa mampu menambah kekurangan dari pekerjaan yang sudah terealisasi sekitar 350 meter itu. Karena tidak ingin persoalan berkepanjangan, akhirnya dilakukan musyawarah,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, hingga kini hasil pembahasan tersebut belum menunjukkan tindak lanjut yang jelas terkait penambahan panjang jalan yang belum terbangun.

“Belum ada realisasi tambahan. Kami masih menunggu kejelasan bagaimana penyelesaiannya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia, bukan semata-mata mengacu pada volume awal yang tercantum dalam perencanaan.

Menurut Uus, dana yang tersedia saat pelaksanaan pekerjaan hanya sebesar Rp140 juta, sementara kebutuhan anggaran untuk merealisasikan pembangunan sepanjang 500 meter diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

“Saya sudah membuat berita acara dan menjelaskan kepada warga. Setelah dilakukan perhitungan teknis, anggaran Rp140 juta hanya cukup untuk membangun jalan sepanjang sekitar 350 meter dengan lebar 2 meter,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan yang bersumber dari dana SILPA tahun anggaran sebelumnya dan direalisasikan pada tahun 2024. Dalam prosesnya, terjadi penyesuaian volume pekerjaan setelah dilakukan evaluasi teknis dan perhitungan biaya yang lebih rinci.

“Ketika kami konsultasi ke kabupaten, dijelaskan bahwa untuk mencapai panjang 500 meter dibutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta. Karena anggaran yang tersedia hanya Rp140 juta, maka pekerjaan harus disesuaikan,” katanya.

Uus juga menyebut persoalan tersebut telah dimediasi bersama masyarakat. Hasilnya, warga dapat menerima penjelasan pemerintah desa, meski tetap berharap ada upaya penyelesaian terhadap kekurangan volume yang belum terbangun.

“Hasil mediasi sudah diterima warga. Namun memang ada harapan agar kekurangan panjang jalan itu bisa dilanjutkan. Jika ada kemampuan anggaran dan dukungan swadaya masyarakat, tentu akan kami upayakan,” jelasnya.

Selain faktor keterbatasan anggaran, pelaksanaan pekerjaan juga disebut menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan yang cukup berat. Menurutnya, proyek yang semula ditargetkan selesai dalam waktu relatif singkat mengalami hambatan akibat musim hujan.

“Pelaksanaan saat itu bertepatan dengan musim hujan. Medan jalan juga cukup sulit sehingga pekerjaan tidak berjalan sesuai perencanaan awal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Uus mengatakan berita acara hasil musyawarah bersama warga akan menjadi dasar pengajuan perubahan administrasi kepada instansi terkait melalui mekanisme yang berlaku.

“Semua proses sekarang diawasi pemerintah daerah. Fakta di lapangan menunjukkan anggaran Rp140 juta memang tidak cukup untuk membangun jalan sepanjang 500 meter. Karena itu perlu penyesuaian administrasi sesuai hasil pekerjaan,” tegasnya.

Meski persoalan tersebut telah dimediasi, sejumlah warga masih berharap adanya transparansi dan kejelasan terkait perubahan volume pekerjaan yang terjadi. Mereka juga menantikan langkah konkret pemerintah desa dalam menindaklanjuti kekurangan panjang jalan yang hingga kini belum terealisasi.

Reporter: Rzl