Targetperistiwa.my.id // SUKABUMI – Persoalan sampah liar di wilayah Kabupaten Sukabumi kian memprihatinkan. Tidak hanya terjadi di kawasan Jalan Veteran Gunungguruh, Kampung Legoknyenang, Desa Cikujang, krisis lingkungan tersebut kini meluas hingga ke sejumlah titik lain, terutama di sepanjang Jalur Lingkar Selatan.
Hasil pantauan lapangan pada Sabtu (16/05/2026) menunjukkan tumpukan sampah masih terlihat berserakan di berbagai lokasi. Kondisinya bahkan dinilai semakin parah karena sebagian limbah telah meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Aroma menyengat dari sampah yang membusuk, banyaknya lalat, hingga pemandangan kumuh menjadi keluhan utama masyarakat sekitar. Sampah rumah tangga, plastik, sisa makanan, hingga limbah yang belum diketahui jenisnya tampak menumpuk tanpa penanganan maksimal.
Warga menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa. Selain merusak wajah Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata, keberadaan sampah liar juga dinilai berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir turut memperburuk keadaan. Cairan lindi dari tumpukan sampah terlihat mengalir ke permukaan jalan dan dikhawatirkan mencemari tanah maupun sumber air warga di sekitar lokasi.
Situasi ini memicu sorotan publik terhadap penanganan sampah di Kabupaten Sukabumi. Masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengambil langkah konkret dan tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.
Penanganan menyeluruh dinilai menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari pengawasan titik pembuangan liar, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, hingga penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang masih membuang sampah sembarangan.
Selain pemerintah, sejumlah warga juga menilai perlu adanya keterlibatan seluruh elemen, termasuk pelaku usaha dan masyarakat sekitar, agar persoalan sampah tidak terus menjadi ancaman lingkungan yang berkepanjangan di wilayah Sukabumi.
Asep lodaya










LEAVE A REPLY