Home Polri Operasi pemberantasan narkoba di Katingan berujung duka, satu anggota gugur dan dua polisi masih hilang

Operasi pemberantasan narkoba di Katingan berujung duka, satu anggota gugur dan dua polisi masih hilang

145
0
SHARE
Operasi pemberantasan narkoba di Katingan berujung duka, satu anggota gugur dan dua polisi masih hilang

Targetperistiwa.my.id

KATINGAN, 3 Juli 2026 – Operasi pemberantasan peredaran narkotika yang digelar Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota kepolisian gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam pencarian setelah diduga hanyut saat berupaya menyelamatkan diri dari kejaran massa.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan peristiwa tersebut. Anggota yang gugur adalah Aipda Yudhi Perdana Putra, sedangkan dua personel yang masih dicari yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

"Kami terus melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan seluruh personel dan sumber daya yang ada. Fokus utama kami saat ini adalah menemukan kedua anggota yang masih hilang," ujar AKBP Dodik Hartono.

Peristiwa bermula pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB saat tim Satresnarkoba berangkat menuju Desa Tumbang Kalemei menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran sabu. Tim yang dipimpin Kasatresnarkoba tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB dengan target mengamankan dua terduga pelaku berinisial BIO dan BUSU.

Dalam pelaksanaannya, petugas berhasil mengamankan BIO. Namun situasi mendadak berubah ketika sejumlah orang yang berada di lokasi melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan menyerang aparat yang sedang bertugas.

Karena menghadapi ancaman yang membahayakan keselamatan petugas, aparat sempat memberikan tembakan peringatan. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan kepolisian sesuai situasi yang dihadapi. Seorang penyerang bernama Teriyo (40) dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Insiden itu kemudian memicu kemarahan warga. Puluhan orang dilaporkan mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam, balok, hingga senjata rakitan dan melakukan pengejaran terhadap personel kepolisian. Dalam kondisi jumlah personel yang terbatas, tim melakukan penyelamatan diri. Sebagian anggota berhasil mencapai kantor polisi, sementara lainnya terpaksa mengarah ke tepian sungai.

Saat berusaha menyeberangi sungai dengan arus yang deras, lima anggota berhasil menyelamatkan diri. Namun tiga personel lainnya dilaporkan hilang.

Setelah situasi berangsur kondusif, tim gabungan menemukan Aipda Yudhi Perdana Putra dalam kondisi meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka serius di bagian kepala.

Hingga Jumat (3/7), proses pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih terus dilakukan di sepanjang aliran sungai dan kawasan hutan sekitar lokasi kejadian. Aparat juga mengerahkan personel tambahan untuk menjaga situasi keamanan sekaligus melanjutkan penanganan kasus penyerangan terhadap petugas serta pengungkapan jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Redaksi